
"Rasanya kayak ditusuk 1.000 paku. Sakit perih banget... Kadang kalau gak kuat, saya cuma bisa merem sambil nangis, meluk anak-anak. Takut... takut kalau besok saya udah gak bisa liat mereka sekolah lagi karena mata saya ketutup benjolan ini..." - Ibu Nurmah.
Semua mimpi buruk ini bermula di tahun 2017 lalu, saat beliau sering merasakan sakit kepala hebat yang tak tertahankan. Tak pernah disangka, ternyata ada benjolan ganas yang tumbuh di keningnya. Kini, benjolan itu terus membengkak hebat hingga menutup sebelah matanya. Rasanya luar biasa perih, mengeluarkan darah dan nanah, membuat air matanya terus menetes tanpa henti.
Hari sudah malam. Di dalam sebuah bangunan sempit yang menyatu dengan kandang kambing dan sarang burung walet, Ibu Nurmah terbaring menahan nyeri yang menjalar ke sekujur tubuhnya. Tempat itu bukan milik mereka, mereka hanya menumpang tinggal demi menjaga hewan-hewan milik orang lain.
Di sudut ruangan, suaminya baru saja pulang dengan wajah letih usai banting tulang sebagai buruh angkut ikan pesisir. Upahnya pas-pasan, sering kali habis hanya untuk membeli obat pereda nyeri eceran.
“Uang hasil kerja cuma cukup buat beli obat penahan sakit mas, biar istri saya gak jerit-jerit lagi. Tapi tumornya malah makin besar... Saya bingung, tiga anak kami masih harus sekolah, tapi ibunya juga butuh penanganan darurat ke rumah sakit..” - Suami Ibu Nurmah.
Setiap pagi, sang suami melangkah ke pesisir pantai dengan harapan membawa pulang rupiah yang cukup. Namun kenyataannya, tabungan mereka tak pernah cukup untuk biaya operasi pengangkatan tumor di rumah sakit.
Sementara itu, Ibu Nurmah hanya bisa menangis pasrah di dalam rumah. Rasa syok dan takut menyelimutinya setiap kali melihat perubahan fisiknya di cermin. Mata yang dulu digunakan untuk melihat senyum anak-anaknya, kini terdesak ke bawah dan hampir keluar akibat tumor yang kian beringas.
Di rumah yang dipenuhi bau kotoran hewan dan bisingnya suara burung walet, tiga anak mereka duduk terdiam. Mereka hanya bisa memandangi sang ibu yang terus merintih, sambil berdoa dalam hati... semoga ibu mereka bisa segera dioperasi dan kembali sehat seperti dulu.
Maukah kamu menjadi alasan Ibu Nurmah bisa lepas dari siksaan rasa sakit ini dan melihat ketiga anaknya kembali bersekolah dengan tenang? Dengan cara:
Klik tombol “DONASI SEKARANG”
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran transfer Bank
Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih #OrangBaik!
![]()
Belum ada Fundraiser