
"Mama hanya ingin anak-anak tetap bisa makan dan terus sekolah..."
Harapan sederhana itulah yang setiap hari menguatkan Mama Kornalia untuk terus melangkah. Meski harus berjalan dengan bantuan tongkat kayu karena kondisi disabilitas yang dialaminya, ia tak pernah menyerah mencari nafkah demi anak-anaknya.
Setiap hari, Mama Kornalia berjualan pinang. Satu kumpul pinang hanya laku sekitar Rp5.000. Penghasilannya sangat kecil, bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga hingga esok hari.
Saat uang hasil jualan habis, Mama Kornalia tidak punya banyak pilihan. Demi membeli beras agar anak-anaknya tidak tidur dalam keadaan lapar, ia terpaksa berhutang. Hari demi hari, utang itu pun semakin bertambah, sementara penghasilannya tak kunjung mampu mengejar kebutuhan hidup yang terus datang.
Di sisi lain, ada beban lain yang terus menghantui pikirannya. Anak-anaknya masih membutuhkan biaya pendidikan, tetapi uang komite sekolah belum sanggup ia bayarkan. Sebagai seorang ibu, Mama Kornalia hanya ingin anak-anaknya tetap bisa belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik, meski dirinya harus menanggung begitu banyak kesulitan.

Rumah yang ditempati Mama Kornalia dan keluarganya pun jauh dari kata layak. Dinding yang sederhana, lantai yang seadanya, bahkan untuk tidur pun mereka tidak memiliki kasur. Dalam keterbatasan itu, Mama Kornalia tetap bertahan, menjalani hidup dengan penuh kesabaran.
Kini, di tengah segala kesulitan, Mama Kornalia hanya bisa berserah dan berdoa kepada Tuhan. Ia berharap suatu hari nanti, hutang-hutangnya dapat dilunasi dan kehidupannya bersama anak-anak bisa menjadi lebih baik.
#TemanUrunan, hari ini kita bisa menjadi jawaban atas doa seorang ibu yang tak pernah berhenti berjuang. Berapa pun bantuan yang kita berikan dapat membantu meringankan beban utang Mama Kornalia, memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, serta menjaga harapan anak-anaknya agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
![]()
Belum ada Fundraiser