
Kak, please jangan takut sama Norma…
Dia sangat butuh bantuan kita.
“Aku pengen bisa ngaji yang pinter dan banggain Ibu dan Ayah, Kak,” ucap Norma.

Waktu umurnya 2 tahun, Norma pernah tak sengaja jatuh ke sumur hingga kepalanya terbentur keras.
Karena orang tuanya tidak punya biaya, Norma hanya dirawat di rumah dan tidak dibawa ke rumah sakit.
Ayahnya hanyalah pekerja serabutan, penghasilannya bahkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga keesokan hari.
“Waktu itu nggak ada luka yang serius, hanya benturan saja. Kami nggak menyangka kalau akhirnya jadi seperti ini…”ucap orang tua Norma.

Namun, lama-kelamaan kondisi Norma berubah.
Kulit wajahnya mulai menghitam dan menjadi longgar.
Penglihatan dan pendengarannya pun perlahan mulai menghilang.
“Wajahku sakit banget, Kak… kayak ditusuk-tusuk jarum.”

Ketika akhirnya diperiksakan, barulah diketahui bahwa Norma menderita tumor yang menekan saraf di otaknya.
Meski kondisi wajahnya semakin memburuk, Norma tetap berusaha pergi ke sekolah dan belajar mengaji di TPA.
“Aku suka sekali mengaji, Kak. Aku selalu minta Ibu anterin ke TPA walaupun kepalaku sakit sekali.”
“Aku nggak punya teman di sekolah karena mereka takut sama muka aku.
Gapapa… yang penting Ibu sama Ayah sayang sama aku.”

Saat ini Norma seharusnya segera menjalani operasi dan mendapatkan perawatan intensif, karena penglihatan dan pendengarannya mulai hilang.
Namun karena belum ada biaya, Norma hanya bisa dirawat di rumah.
Padahal jika dibiarkan, penyakit ini bisa semakin parah dan bahkan mengancam nyawanya.

Hai, #TemanUrunan, kita bisa jadi penolong adik kecil ini meski hanya sesuai kemampuan kita. Mari ulurkan kebaikan untuk kesembuhan Norma.
Amin...
![]()
Belum ada Fundraiser