
Ayahnya tidak diketahui keberadaannya, ibunya tak pernah datang menjenguk.
Kini Icha hanya hidup berdua dengan neneknya yang sakit di gubuk kecil yang sudah rapuh.

Saat anak-anak lain beristirahat di siang hari, Icha justru berjalan keliling kampung menawarkan lampu jojor buatannya.
Lampu itu dibuat dari biji jamplung yang dijemur lalu dicampur kapas. Ia merangkainya satu per satu, lalu menjualnya berkeliling dengan harapan ada yang membeli.

Di usianya yang baru 13 tahun, Icha harus berjuang demi bisa membawa pulang beras dan membeli obat untuk neneknya yang sedang sakit.
Icha tinggal berdua dengan neneknya yang kini sudah berusia lebih dari 70 tahun. Mereka tinggal di gubuk kecil yang sudah rapuh, bahkan atapnya banyak yang bocor saat hujan turun.

Sejak neneknya sakit, Icha lah yang menggantikan neneknya berjualan. Ia tetap berjalan keliling menawarkan lampu buatannya.
Semua itu ia lakukan agar neneknya tetap bisa makan dan mendapatkan obat.

Icha sangat merindukan kasih sayang orang tua.
Ibunya tidak pernah datang menjenguk, sedangkan ayahnya pun tidak diketahui keberadaannya. Dalam kesendirian itu, hanya neneknya yang menjadi keluarga sekaligus penyemangat hidupnya.
Meski sering mendapat sindiran karena harus sekolah sambil berjualan, Icha tetap bertahan. Ia ingin tetap sekolah sambil merawat nenek yang sangat ia sayangi.

Kini perjuangan Icha masih terus berjalan.
Mari bersama kita ringankan beban Icha dan neneknya agar mereka bisa hidup lebih layak serta mendapatkan kebutuhan yang mereka perlukan.
Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar bagi Icha dan neneknya.
🤲 Salurkan bantuan terbaikmu untuk Icha hari ini.
![]()
Belum ada Fundraiser