
"Kakinya pincang, tapi kalau dia nggak melaut hari ini, keluarganya nggak makan"
Ini cerita Bapak Muhammad koli koda, seorang penembak ikan dan nelayan asal Desa Treweng Kecamatan Pantar timur Kabupaten Alor, hidup jauh dari hiruk pikuk kota beliau harus tetap mencari nafkah untuk keluarga bisa makan sehari-hari. 
Bekerja sehari-hari di laut hanya bermodal memanah ikan, setiap pagi sore malam beliau tidak kenal lelah untuk mencari nafkah untuk keluarga kecil dirumah. Walaupun lahir dengan keterbatasan, dengan kondisi kaki yang pincang beliau tak kenal lelah untuk berusaha mancari ikan dengan modal memanah.
Terkadang sehari hanya dapat 10 ribu, kadang juga tidak, tapi mau tidak mau tetap bersyukur - ucap Bapa Koli Koda, beliau berpasrah tetap berdoa kepada Allah untuk dapat terus mencukupi kebutuhan mereka.
Bapa Koli memiliki empat orang anak, salah satu anaknya memilih merantau, salah satu lainnya memutuskan berhenti kuliah, sedangkan dua anak lainnya masih kecil. Bapak Koli kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 
Jadi kalau ikan dapat kita jual ke pedagang-pedagang untuk di jual lagi, setiap hari begitu. Bapa Muhammad koli koda berharap ada orang-orang baik diluar sana bisa bantu mereka untuk dapat perahu kecil untuk memudahkan bapak koli koda bisa mencari ikan. Ia ingin sekali merasakan waktu untuk beristirahat, namun sayang kondisi ekonomi Pak Koli tidak mengizinkannya untuk itu. Beliau kerap berhutang demi mencukupi kebutuhannya dan anak-anak.
Sahabat, mari kita bantu ringankan perjuangan Pak Koli agar merasakan kehidupan yang lebih layak lagi.
Maukah kamu jadi penolong mereka demi mendapatkan kehidupan yang lebih layak lagi? Kirim donasimu dengan cara:
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
Terima kasih, #OrangBaik!
![]()
Belum ada Fundraiser