
Hidup dalam krisis ekonomi berkepanjangan di bawah bayang-bayang blokade dan konflik di Jalur Gaza tetap menjadi realitas pahit bagi rakyat Palestina, tak terkecuali di bulan Ramadhan. Sejak peristiwa Nakba 1948, kehidupan mereka berubah total; hari-hari yang seharusnya penuh canda tawa, kini berganti suara ledakan, kehilangan, dan ketakutan.

Potret getir tampak di setiap sudut. Bencana kemanusiaan kian memprihatinkan: keluarga kehilangan tempat tinggal, anak-anak menjadi yatim piatu, fasilitas kesehatan lumpuh total, dan jerit kelaparan terdengar di mana-mana. Hingga Desember 2025, lebih dari 71.000 jiwa telah gugur dalam dua tahun terakhir. Ratusan ribu lainnya masih berjuang demi bertahan hidup di tengah ancaman kelaparan, cuaca dingin, penyakit, serta trauma yang mendalam.

Kini, Ramadhan kembali menyapa. Di saat kita mulai sibuk menyiapkan aneka hidangan berbuka dan pakaian baru untuk hari raya, mari sejenak menoleh ke Gaza. Di sana, ada anak-anak yang terbiasa "berpuasa" tanpa pernah berbuka. Ada ibu yang menyalakan api tanpa ada yang bisa dimasak, serta para ayah yang hanya bisa terdiam melihat keluarganya menderita.
Melalui Program Sedekah Pangan Palestina, Kita Urunan mengajakmu menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan santapan sahur, buka puasa, dan paket sembako bagi saudara kita di Palestina.
di tengah kegelapan ini, kita bisa menyalakan cahaya harapan. Dengan uluran tangan kita, kita bisa membantu dapur umum di Gaza tetap beroperasi dan menyediakan makanan bagi mereka yang paling membutuhkan.
Sedekahmu akan disalurkan dalam bentuk:
Paket Berbuka (Iftar)
Paket Makanan Siap Saji
Paket Tepung Gandum
Satu sedekah darimu hari ini adalah kekuatan bagi ibadah puasa mereka.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik