
"Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Di balik indahnya bentangan alam Pulau Alor bagian timur, ternyata masih ada jamaah yang belum memiliki masjid atau mushola yang layak. Mushola sederhana ini menjadi satu-satunya tempat ibadah bagi jamaah Kampung Talebuli dan masyarakat sekitarnya di Kabupaten Alor, NTT.

Di dalam sebuah ruangan sederhana berdinding anyaman bambu (gedek), jamaah melaksanakan shalat dengan khusyuk. Meski bangunan terlihat tua dan fasilitasnya sangat terbatas, ruang yang sempit itu tetap dipenuhi semangat. Orang tua dan anak-anak berdiri bersaf, menjalankan kewajiban dengan penuh keteguhan hati.
Sungguh pilu melihat kondisi mushola darurat yang saat ini digunakan oleh jamaah Kampung Talebuli. Salah seorang imam menyampaikan,
“Kami sudah berpuluh-puluh tahun mengimpikan sebuah mushola. Jika harus sholat ke masjid, jaraknya sekitar 6 km dengan medan yang sangat terjal. Saat bulan puasa, kami tidak bisa sholat di masjid karena jaraknya jauh dan aksesnya sulit. Karena itu, kami bersepakat membangun mushola darurat sambil menunggu uluran tangan dari saudara-saudara kami. Hingga sekarang, kami hanya mampu melakukan aksi seribu rupiah setiap minggu. Kami sangat berharap ada orang-orang dermawan yang bersedia membantu mushola kami,” tutur Bapak Sularjo Usman selaku imam.
Mayoritas warga Kampung Talebuli bekerja sebagai petani. Di sela-sela kesibukan berkebun, mereka sesekali bergotong royong membantu pembangunan mushola. Dari hasil kebun yang sederhana, mereka menyisihkan sedikit rezeki demi terwujudnya rumah ibadah yang layak. Kampung Talebuli dihuni oleh 20 kepala keluarga dengan total 89 jiwa.
“Sementara ini kami masih menggunakan rumah untuk sholat karena mushola belum bisa digunakan. Kami sangat berharap ada orang-orang baik yang mau membantu. Kami sedih, untuk sholat saja rasanya sangat sulit,” lanjut Bapak Usman.
Sahabat, saat ini warga Talebuli hanya mampu membangun mushola darurat berukuran 5 x 7 meter dari papan kayu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan atap yang belum memadai. Impian mereka begitu sederhana: dapat merasakan sholat tarawih berjamaah di bulan Ramadan di mushola mereka sendiri.

Kini, harapan itu mengetuk pintu hati kita. Setiap rupiah yang kita sisihkan akan menjadi bagian dari tegaknya rumah Allah di Kampung Talebuli. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, menghadirkan keberkahan bagi para donatur dan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT.
Mari bersama wujudkan mushola yang layak bagi saudara-saudara kita di Talebuli. Karena bagi mereka, bantuan kita bukan sekadar bangunan—melainkan harapan, kemudahan beribadah, dan cahaya bagi generasi mendatang.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik