
“Saya udah gak ada keluarga, sudah gak ada yang mengurus. Meskipun gak ada keluarga seenggaknya saya ingin dibawa berobat walau cuma satu kali… saya sudah tidak tahan sama rasa sakitnya.”
Lima tahun menahan sakit sendirian. Lima tahun tanpa pengobatan. Seorang kakek sebatang kara harus menahan nyeri akibat tumor yang terus membesar di wajahnya, luka yang terus mengeluarkan darah dan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Tanpa keluarga yang menemani, Kek Indrayup menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah gubuk tua yang sudah sangat tidak layak huni. Dalam keterbatasan tersebut, beliau harus menahan sakit akibat tumor yang dideritanya selama lima tahun terakhir tanpa pernah mendapatkan penanganan medis. Saat rasa nyeri datang, Kek Indrayup hanya bisa mengompres wajahnya menggunakan dedaunan seadanya karena tidak memiliki biaya untuk berobat.

Meski harus menahan nyeri akibat tumor yang dideritanya, Kek Indrayup tetap memaksakan diri bekerja. Setiap hari, beliau mencari dan mencabuti rumput untuk pakan sapi milik warga sekitar. Upah yang diterimanya bukanlah uang, melainkan sepiring nasi yang membantu beliau bertahan menjalani hari.

Kek Indrayup tidak meminta banyak. Di usianya yang senja, beliau hanya berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk berobat dan mengurangi rasa sakit yang telah menemani hari-harinya selama bertahun-tahun.
Mari sisihkan sebagian rezeki terbaik Anda hari ini. Dukungan dari para donatur akan membantu membiayai pemeriksaan dan pengobatan medis yang dibutuhkan, perawatan tumor yang sudah lama tidak tertangani, serta kebutuhan hidup Kek Indrayup selama menjalani proses pengobatan.
![]()
Belum ada Fundraiser