
"Kakek nunggu ada yang jenguk, Nak... Kakek mau berobat sekali aja, rasanya sakit banget, Kakek udah gak kuat." 😭

Kalimat itu diucapkan Kek Indrayup (70th) dengan suara bergetar sambil menahan perih yang nggak tertahankan. Bayangin, selama 5 tahun terakhir, Kakek Indra harus hidup sebatang kara dengan tumor ganas yang terus menggerogoti wajahnya, tepat di bawah matanya.
Kondisinya bener-bener memprihatinkan. Tumornya sudah membengkak besar, tampak seperti hampir copot, dan nggak berhenti mengeluarkan darah segar. Tiap kali rasa nyeri itu datang menyerang, Kakek cuma bisa menangis sendirian di dalam gubuk reyotnya sambil mengompres lukanya pakai dedaunan seadanya. 💔

Kakek nggak punya keluarga, nggak punya biaya, dan nggak punya siapa-siapa buat bersandar. Jangankan buat ke rumah sakit, buat makan sehari-hari aja Kakek harus memaksakan fisiknya yang renta untuk mencabuti rumput sapi milik warga. Mirisnya, upahnya seringkali bukan uang, tapi cuma sepiring nasi putih.
"Kakek sering duduk di depan pintu, nunggu ada yang jenguk... Kakek cuma ingin dibawa berobat walau cuma satu kali saja sebelum meninggal. Kakek sudah tidak tahan sama sakitnya," rintih beliau sambil menyeka darah di wajahnya.

Sahabat, selama 5 tahun doa Kakek selalu sama: ada orang baik yang datang menjenguk dan membawanya ke dokter. Masa kita tega membiarkan Kakek Indra terus-terusan berdarah dan kesakitan di masa tuanya sendirian?
Kakek butuh "keluarga" baru, dan itu adalah kita semua. Yuk, kita jadi jawaban atas doa-doa Kakek selama ini. Kita patungan buat biaya operasi dan perawatan Kakek Indra supaya beliau nggak perlu lagi nunggu di depan pintu dengan rasa sakit yang luar biasa.
Mari temani perjuangan Kakek Indra dengan cara:
Klik tombol “DONASI SEKARANG”
Masukkan nominal donasi terbaikmu
Pilih metode pembayaran favoritmu (Gopay, ShopeePay, Dana, atau Transfer Bank)
![]()
Belum ada Fundraiser